
Posting cerpen by: chika.cihuy
Total cerpen di baca: 248
Total kata dlm cerpen: 247
Tanggal cerpen diinput: Tue, 27 Oct 2009 Jam cerpen diinput: 5:37 PM
0 Komentar cerpen Ceria namaku tetapi teman- temanku sering memanggilku dengan nama ria. Namun, namaku tak sesuai dengan keadaanku. Gara-gara tubuhku yang tambun, aku terkadang hilang rasa percaya diriku dengan cowok. Tetapi, hal itu tidak membuatku takut. Aku mempunyai sahabat- sahabat yang baik kepadaku. Mereka selalu membuatku tuk ceria seperti namaku.Hari sabtu adalah hari yang aku benci tetapi aku tunggu-tunggu. Aku benci hari sabtu karena setiap hari sabtu jika aku melihat disekelilingku pasti identik dengan berjalan berdua dengan masing- masing pasangannya dan aku sendiri pada hari sabtu hanya nonton tv, membaca buku, mendengarkan musik, bermain laptop jika tidak bermain piano. Aku senang berjalan- jalan ( ya tetapi itu hanya menghilangkan rasa kejenuhanku saja). Aku selalu berharap dan berdoa agar aku mempunyai seorang cowok yang sesuai aku inginkan.Sudah 3 tahun aku berpacaran dengan Putra. Aku berkenalan dengan Putra iseng- iseng melalui chat. Aku berpikiran saat itu adalah aku hanya ingin berteman saja dan kami pun bertukar nomor telepon. Satu tahun kami tidak berkomunikasi. Tiba- tiba, hpku berdering dan aku tidak mengenali nomor tersebut karena hp ku sempat rusak. Setelah kuangkat aku mengenal suara itu dan ternyata adalah Putra. Putra kukenal dia adalah seorang cowok yang sopan. Lambat laun aku mengenalnya dia bukanlah tipe cowok yang kuinginkan. Hatiku sering disakiti olehnya hingga membuatku menangis. Tapi entah perasaan sayangku kepadanya semakin kuat hingga aku mampu bertahan. Selama aku bertahan itu aku selalu berdoa dan berharap dia tak akan menyakitiku kembali. Kini harapan dan doaku didengar juga oleh Nya. Keyakinanku tidak salah tuk memilih.
No comments:
Post a Comment
Khamid